Skip to main content

Semakin Sibuk Dirimu, Belum Tentu Semakin Produktif

Bersyukurlah kita yang masih diberi kekuatan untuk menyibukkan diri dengan segala aktivitas sehari-hari. Tentunya kita bersyukur dan senang ya, kalau hari-hari yang kita jalani penuh dengan aktivitas yang bermanfaat dan menghasilkan. Dibandingkan jika kita hanya terebengong-bengong / melamun tanpa tau harus melakukan apa. Wah, bisa-bisa kita stress ya. Hehe..

Eh, tapi tunggu dulu. semakin sibuk seseorang belum tentu hidupnya semakin baik, bahagia, dan produktif (memberikan banyak manfaat). Bisa jadi, semakin sibuk diri kita, semakin jauh pula hidup kita dari produktif. Buktinya banyak orang sibuk yang merasa stress, tak bahagia, tak damai dengan hidupnya. Keadaan seperti itu tentu tak bisa dikategorikan produktif. Kenapa begitu, coba? Karena tak ada manajemen (pengelolaan waktu) yang baik.


Sumber gambar : shutterstock.com



Syarat sebuah aktivitas dikatakan produktif, yaitu bila aktivitas tersebut memberikan banyak manfaat bukan hanya bagi diri kita lahir dan batin, tetapi juga juga bagi orang lain. Dan untuk mencapai hidup yang produktif, kita harus mengatur waktu yang kita miliki dengan fokus pada aktivitas yang memang memenuhi syarat tadi. Aturlah waktu yang kita miliki dengan pembagian waktu yang seimbang, antara kebutuhan bekerja, menikmati hidup, dan istirahat. (Baca di sini : Keseimbangan Hidup Akan Membuatmu Benar-benar 'Hidup').


Produktif atau tidaknya seseorang tak dilihat dari seberapa sibuk mereka, tapi dari seberapa pintar mereka mengelola waktu yang dimiliki sehingga setiap aktivitas menjadi berkualitas, yang pada akhirnya bisa menciptakan hidup yang bahagia lahir dan batin. Belum tentu orang yang sibuk itu benar-benar produktif, dan untuk menjadi produktif tak harus membuat kita benar-benar sibuk, sehingga seringkali terucap "Duh, gak punya waktu, nih", "Wah, gak sempat, deh", dan semacamnya. 

Berpikirlah bahwa selalu ada waktu untuk hal-hal yang memang penting bagi hidup kita. Kuncinya, kembali lagi pada pengelolaan waktu, yaitu dengan pembagian waktu yang seimbang, serta membuat prioritas dari aktivitas yang kita lakukan (ingat juga syarat aktivitas yang produktif).

Selamat menjalankan aktivitas yang produktif :) 




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…