Skip to main content

Sikap Lebih Penting Dari Kemampuan

Menurut kamu mana yang lebih penting antara sikap dan kemampuan? Menurut saya, lebih penting sikap, lho. Kemampuan setinggi apapun, kalau tak dilengkapi dengan sikap yang baik, rasanya percuma, deh. Coba kamu perhatikan, di luar sana orang-orang sukses yang bisa bertahan lama dalam karirnya, adalah mereka yang memiliki sikap-sikap terbaik.

Kemampuan seseorang memang bisa membuat kita terpikat sejak pertama kali melihatnya, namun yang bisa membuat hati kita betul-betul terpikat selamanya tentu setelah kita juga mengagumi sikap baiknya. Kemampuan seseorang hanya mampu menyentuh pikiran kita, tapi yang mampu menyentuh hati kita adalah sesuatu yang juga datang dari hati, yaitu kebaikan hati (sikap baik). 


Sumber gambar : huffingtonpost.com



Kemampuan lebih mudah untuk dipelajari asalkan ada kemauan dan usaha. Misalnya, jika kita ingin belajar Bahasa Inggris, asalkan kita belajar dengan rajin, maka kemampuan Bahasa Inggris kita juga akan meningkat. Tapi tak demikian untuk sikap. Sikap lebih sulit untuk dipelajari. Selain harus ada kemauan dan usaha, juga harus ada niat yang sungguh-sungguh datang dari hati untuk kita mau belajar mempelajari sebuah sikap tertentu, hingga akhirnya sikap tersebut menjadi bagian dari diri kita. Misalnya, sikap disiplin, ini hanya bisa dipelajari jika kita betul-betul memiliki dorongan dari hati untuk sungguh-sungguh ingin bisa bersikap disiplin. 

Sikap-sikap yang baik, sebaiknya dibentuk sejak dini. Ini adalah tugas kita para orangtua untuk bisa menanamkan sikap-sikap baik pada anak-anak kita sedari mereka masih kecil. Ketika masih kecil, seorang anak ibarat sebuah kertas putih, yang hatinya masih bersih. Sehingga lebih mudah bagi kita untuk menanamkan sikap-sikap baik pada mereka. Jadi, yang harus didahulukan adalah bagaimana membentuk sikap-sikap baik, positif, dan terpuji. Sebab sikap-sikap seperti itulah yang kelak menjadi bekal hidup yang sesungguhnya :)




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …