Skip to main content

That's My True Passion

Sebenarnya, pada saat awal saya menulis blog, judul blog saya adalah Rumah Jurnalku. Tapi sejak bulan Desember tahun 2014 lalu, saya mengganti judul blog saya dengan Jurnal Inspirasi. Tentu ada alasannya, lho. Karena di situlah saya merasa menemukan my true passion dalam menulis.

Sebelum saya mengganti judul blog saya, saya sudah beberapa kali menulis sesuatu yang sifatnya inspiratif. Dan saya merasa, "I love it". Akhirnya saya mengganti judul blog saya, untuk membuat identitas blog saya lebih spesifik. Ya, meski sesekali masih ada postingan yang keluar dari tema "inspirasi".


Sumber gambar : deviantart.com




Saya memang menyukai bacaan-bacaan yang inspiratif, apakah itu artikel-artikel di internet, ataupun buku-buku yang saya baca, gak jauh-jauh dari self help, self motivation, self development, ya pokoknya yang semacamnya deh. Rasanya senang, kalau setelah membaca, pikiran kita jadi terbuka, yang awalnya mikir negatif berubah jadi positif, yang awalnya pesimis jadi optimis, yang awalnya berpikiran sempit menjadi lapang.

Begitulah tujuan dari tulisan yang inspiratif bukan? Agar para pembacanya menjadi lebih baik, terutama dalam berpikir atau memandang sesuatu dalam hidupnya. Sebuah tulisan bisa mengubah cara pandang / pikir seseorang, dan saya pernah mengalaminya sendiri. Di mana saya merasa "hidup kembali" setelah membaca sebuah buku yang inspiratif. *Alhamdulillaah*

Maka dari itu, saya pun akhirnya merasa tertulari dari apa yang saya sukai (bacaan yang inspiratif). Saya merasa suka saat bisa menulis sesuatu yang inspiratif, rasanya senang bisa berbagi hal yang positif. Mudah-mudahan saya selalu bisa konsisten dengan apa yang saya lakukan, aamiin. 


Menulis adalah passion saya. Tapi, menulis sesuatu yang inspiratif, that's my true passion.

Comments

  1. makannya,sempat beberapakali mikir...kayaknya ada yang beda....ternyata jurnal jadi inspirasi ya,baru mudeng hehe

    ReplyDelete
  2. Hebat Mbak, benar-benar spesifik passion-nya ^^b

    ReplyDelete
  3. subhanallah, niat baik yang juga menulari pembaca Mak Arifah...lama banget ga main kemari, semoga selalu sehat dan mengisnpirasi :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …