Skip to main content

5 Hal Ini Seringkali Disepelekan Saat Kamu Sedang Sibuk

Sumber gambar : shutterstock.com


Kesibukan memang bisa membuat kita menjadi lupa akan hal-hal lain di luar kesibukan kita. Saat kita sedang sibuk dengan pekerjaan, maka hal yang ada di pikiran kita hanya seputar pekerjaan, di luar itu seolah terasa tak begitu penting. Ini karena pikiran kita terlalu fokus pada kesibukan kita. Itu sebabnya, terlalu sibuk justru bisa merugikan kita, jika kita tak pandai mengatur waktu dan membuat prioritas. 

Ada hal-hal yang seringkali disepelekan saat kita sedang sibuk, padahal ini bukanlah sesuatu yang sepele, justru sebaliknya kelima hal ini adalah hal-hal yang berharga untuk kamu prioritaskan.

1.  Ibadah tepat waktu

Shalat tepat pada waktunya, bisa jadi hal yang sangat sulit bagi kita saat sedang sibuk. Ah, jangankan saat sibuk, saat sedang santai atau bermalas-malasan saja, shalat seringkali tak kita lakukan tepat waktu. Selalu ada alasan untuk berkata "Nanggung nih, kerjaan belum beres", "Nanti deh, bentar lagi", dan semacamnya, yang intinya menunda! 

Padahal kalau kita renungkan, shalat adalah ibadah wajib yang utama, di mana shalat merupakan ibadah yang kelak dihisab pertama kali di hari kiamat. Shalat yang dilakukan di awal waktu tentu lebih baik dibanding shalat yang dilakukan di akhir waktu. Saat kita berniat untuk menunda waktu shalat, ingatlah, kita tak bisa menjamin 5 menit mendatang kita masih diberi waktu untuk shalat. maka lakukanlah tanpa menundanya.

2.  Makan tepat waktu

Terkadang, kesibukan memang bisa membuat kita sampai tak merasakan lapar, karena pikiran kita terlalu fokus pada kesibukan. Bisa jadi juga, sebenarnya kita lapar tapi kita sengaja menunda makan dengan alasan ingin menyelesaikan kesibukan kita dulu. Gara-gara terlalu sibuk, kita seringkali melewatkan waktu sarapan, makan siangpun telat, makan sore sudah terlalu malam, wah..ini pola makan yang salah. 

3.  Istirahat yang cukup

Karena terlalu sibuk, kita sering menggunakan waktu yang seharusnya kita pakai untuk istirahat hanya untuk menyelesaikan pekerjaan kita yang belum selesai. Akhirnya, waktu tidur kita menjadi kurang. Bukan hanya itu, kita pun jadi menunda waktu tidur kita hingga terlalu malam (begadang), padahal ini tak baik untuk kesehatan.

4.  Kebersamaan dengan keluarga

Keluarga seringkali menjadi alasan untuk kita meraih impian kita, keluarga adalah motivator bagi kita untuk sukses dalam hidup ini. Namun sayangnya, kita juga seringkali menomorduakan keluarga, dan menganggap kesibukan kita lebih penting. Kita punya waktu untuk menangani klien, pelanggan, atau pimpinan kita di kantor, tapi kita tak punya waktu untuk menemani anak bermain. Bisa jadi waktu yang kita sediakan untuk pekerjaan terlalu banyak sampai kita tak bisa menyediakan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga setiap harinya.

5.  Kebaikan-kebaikan kecil


Sumber gambar : sketchport.com



Terlalu sibuk juga membuat kita menjadi kurang peka terhadap sekeliling kita. Kita terlalu egois dan merasa bahwa kesibukan kita inilah yang lebih penting. Membantu orang lain menyeberang jalan, memberi permen untuk anak kecil yang kita temui, membantu orang lain membawa barang bawaannya, memberikan kursi yang kita duduki untuk orang lain, memberi makanan untuk tetangga, dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang nampak kecil, namun akan sangat berarti bagi orang lain yang menerima kebaikan tersebut, kuncinya : lakukan dengan hati yang tulus. 


Kesibukan bisa membuatmu menganggap kecil hal-hal yang sebenarnya berharga, dan menganggap besar hal-hal yang sebenarnya tak terlalu berharga. (A.AM)





*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…