Skip to main content

Ingin Bisa Menulis Setiap Hari? Ini Kuncinya

Meskipun menulis itu terlihat seperti pekerjaan yang mudah, sebenarnya menulis juga memiliki tantangan tersendiri. Ada tingkat kesulitan yang berbeda dalam berbagai bidang menulis. Ada kalanya menulis jadi sangat sulit, terutama jika seorang penulis mengalami kebuntuan dalam menghasilkan ide. Tapi kalau ide tersebut lagi lancar, ya jadi jauh lebih mudah. 

Saya pernah beberapa kali ditanya, gimana caranya bisa menulis blog hampir setiap hari. Nah, maka dari itu, di sini saya buka deh kuncinya. Inilah yang membuat saya bisa menulis hampir setiap hari :

1.  Komitmen

Sejak awal saya membuat blog, saya memang membuat komitmen untuk berusaha menulis setiap hari. Sebuah komitmen, betul-betul menjadi komitmen jika kita serius dengan apa yang kita katakan, dan menganggapnya seolah seperti sebuah janji, di mana kita merasa bertanggung jawab untuk berusaha menepatinya. Kalau hanya sekadar pernyataan belaka, maka itu bukan komitmen. Tapi komitmen di sini bukan berarti wajib ya. Kalau menganggap ini wajib, malah membebani nanti. 


Sumber gambar : chic-type.com




Jadi, selama ini komitmen itu yang selalu saya pegang. Saya sama sekali gak merasa terbebani. Justru saya malah merasa ada yang kurang, saat sehari saja saya melewatkan waktu untuk menulis. Rasanya gak enak gimana, gitu. 

2.  Disiplin

Setelah adanya komitmen, hal kedua yang mendorong saya untuk menulis hampir setiap hari adalah disiplin. Disiplin artinya saya berusaha menepati komitmen yang telah saya buat. Disiplin ini yang membuat saya selalu berusaha menyempatkan waktu setiap harinya untuk menulis. Akan lebih baik lagi jika kita punya waktu yang tetap (membuat jadwal) untuk menulis setiap harinya. Misal : setiap pagi, selama sekian jam. Ini memudahkan kita untuk disiplin. 

3.  Konsisten

Kunci yang terakhir adalah konsisten. Artinya, konsisten menjalankan komitmen yang telah dibuat, dan disertai dengan sikap disiplin secara terus menerus. Konsisten ini harus dihadirkan setiap hari, sesuai dengan komitmen awal saya -yang ingin berusaha menulis setiap hari-. 

Oke, itu dia kuncinya. Kamu mau mencobanya? Ayo, menulis. Kita berbagi pikiran, manfaat, dan inspirasi melalui tulisan :)

Comments

  1. Aku dulunya waktu masih single lady setiap hari rajin bgt nulis mbak, kalo gak posting jadi gatel gitu heheh... tp semenjak berkeluarga dan punya baby jadi jarang bahkan sempat mati suri hampir 2 tahunan blog nya. Krn tingkat aktifitasnya lebih ruweh dibanding dulu masih kerja yg seharian bisa mantengin komputer. tp skr komitmen hrs update setiap hari dengan nulis setiap hari aku ngerasa otak makin lancar cara kerjanya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, syukurlah mbak, sekarang udah semangat untuk rajin nulis lagi yaaa :)

      Delete
  2. susah2 gampang mak,tapi kalau dicoba pelan2 insya Allah konsisten hehehe. saya lagi nyoba nih,sekarang nggak setiap hari nulis,tapi setidaknya sekali nulis, bisa 2-3 untuk dimasukin draft hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya juga ya mak, bisa dischedule ya postingannya :)

      Delete
  3. bener, mak. biasanya yang penting nulis aja, biar kemampuan nulisnya makin terasah dan berkembang. sampai 10.000 jam menulis, insya Allah bakal jadi penulis yang lebih profesional.

    ReplyDelete
  4. Pengenya tiap hari nulis mba, dah dapat ide tulisan kompinya lagi full dipake kerjaan anak" sekolah, pas giliran kompinya nganggur idenya ilang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulis aja dulu di buku mbak idenya, sayang tuh :p :D

      Delete
  5. Yang konsisten itu yang agak berat, Mbak.. Tapi selalu berusaha sih. Inget komitmen :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…