Skip to main content

Kamu, Dia, atau Mereka yang Mengendalikan Pikiranmu?

Saat kita tak bisa mengendalikan pikiran kita, maka orang lain dan keadaan lah yang akan memegang kendali tersebut. Inilah yang menyebabkan kita jadi mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dari lingkungan sekitar kita, dan juga mudah stress.

Pikiran merupakan hal yang bisa mempengaruhi perasaan dan juga perbuatan (tindakan) kita. Baik buruknya pikiran kita pada akhirnya akan berdampak pula pada apa yang kita rasakan, dan kemudian berdampak pada apa yang kita perbuat. Meski Allah adalah pemegang kendali atas hidup, mati, serta persoalan takdir kita, tapi yang memegang kendali atas pikiran kita yaitu diri kita sendiri.

Kita tak bisa menyalahkan orang lain atas apa yang kita pikirkan. Itu adalah pilihan kita sendiri, mengenai hal-hal apa saja yang ada di pikiran kita. Orang lain hanya sekadar mempengaruhi pikiran kita, tapi kendali utamanya, diri kita sendirilah yang memegangnya. Namun dalam beberapa kondisi, kita seringkali kehilangan kendali atas pikiran kita sendiri. Akhirnya membuat pikiran kita kemudian dikendalikan oleh orang lain ataupun keadaan di sekitar kita.


Sumber gambar : quotehd.com



Agar kita bisa selalu mengendalikan pikiran kita sendiri, cobalah tips berikut :

1.  Yakin pada diri sendiri

Sikap yakin pada diri sendiri atau percaya diri saat melakukan sesuatu, termasuk saat akan mengambil keputusan, dapat membuat pikiran kita lebih kuat. Sehingga pikiran kita tak mudah dikendalikan oleh orang lain atau keadaan. 

2.   Bersikap tenang

Bersikaplah tenang dalam berbagai situasi. Sikap tenang membuat kita mudah mengendalikan pikiran, dibanding jika kita bersikap terburu-buru atau terlalu panik. 

3.  Fokus

Fokuslah, jangan biarkan pikiranmu melayang kemana-mana. Saat kita beraktivitas, fokuslah pada apa yang sedang kita lakukan. 

Sekarang pertanyaan saya yaitu : kamu, dia, atau mereka yang mengendalikan pikiranmu? :)

Comments

  1. Ya saya akui seringkali sulit mengendalikan pikiran kita rasanya seperti terseret bgtu hihi...mksh tipsnya

    ReplyDelete
  2. Kadang-kadang aku gampang banget dikendalikan sama omongan orang lain, Mbak.. Mesti berubah nih :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …