Skip to main content

Kerugian dari Rasa Cemas yang Berlebihan

Rasa cemas memang bisa dialami siapa saja. Saya, kamu, dan kita semua bisa mengalaminya. Tapi, pada sebagian orang, rasa cemas bisa menjadi begitu merugikan, karena rasa cemas ini terjadi secara berlebihan, yang pada akhirnya membuat kehidupan seseorang menjadi dikendalikan oleh rasa cemasnya sendiri. Padahal, rasa cemas itu merupakan perasaan khawatir atau gelisah terhadap suatu hal yang sebenarnya belum terjadi, dan ini berawal dari pikiran-pikiran kita sendiri yang negatif.


Sumber gambar : binauralbeats.co.id



Berikut ini ulasan mengenai kerugian-kerugian dari rasa cemas yang berlebihan :

1.  Hidup jadi tak tenang

Rasa cemas tentunya membuat kita jadi kehilangan ketenangan dan rasa damai. Pikiran dan hati kita sibuk mengenai hal yang kita cemaskan tersebut. Rasa cemas membuat kita merasa hidup di bawah tekanan. Padahal tekanan tersebut muncul dari pikiran dan perasaan kita sendiri, yang diakibatkan oleh kecemasan yang berlebihan.

2.  Sulit untuk tertawa

Rasa cemas berlebihan membuat kita stress, dan ini bisa mengakibatkan kita jadi sulit tertawa bahagia dengan lepas, karena seolah ada beban berat yang kita pikul. Kita mungkin masih bisa tersenyum, tapi untuk tertawa bahagia dengan lepas, kita juga membutuhkan pikiran dan jiwa yang sehat untuk melakukannya.

3.  Membuat fisik menjadi lemah

Rasa cemas yang berlebihan itu melelahkan. Meski kita tak melakukan aktivitas fisik, tapi beban pikiran yang terlalu berat dari rasa cemas tersebut bisa menguras energi kita. Akibatnya, orang yang memiliki rasa cemas berlebihan menjadi mudah merasa lemas, lemah, akhirnya drop (pingsan). 

4.  Menurunkan kualitas hidup

Saat kita terlalu cemas, akhirnya kita kehilangan fokus untuk melakukan aktivitas-aktivitas bermanfaat lainnya. Fisik kita juga jadi lemah, akhirnya kita jadi sulit untuk produktif. Otomatis kualitas hidup kita jadi menurun. Karena energi kita habis untuk mencemaskan sesuatu secara berlebihan.

5.  Membuat jiwa seolah mati padahal raga hidup

Selain menyebabkan stress, yang kemudian bisa meningkat menjadi depresi, rasa cemas berlebihan yang paling akut bisa mengakibatkan jiwa kita seolah mati, padahal raga kita hidup. Rasa cemas yang berlebihan bisa mengikis energi semangat kita, melemahkan jiwa, dan akhirnya membuat jiwa meredup.

Rasa cemas itu sesuatu yang sangat normal dan wajar untuk kita rasakan, tapi kalau sudah berlebihan, rasanya kita harus hati-hati, ya. Sebab, saat rasa cemas itu mengendalikan kita, ia bisa sangat merugikan.

Hidup ini indah, berbahagialah dan nikmatilah :) Buanglah rasa cemasmu, jangan biarkan ia membuatmu tak bisa melihat keindahan dunia.

Comments

  1. sedang belajar mengendalikan pikiran karena cemas berlebihan. bener banget merugikan.

    ReplyDelete
  2. kadnag begini nih saya kalau lagi cemas nggak karuan,penuh banget kayaknya pikiran.jadi ngaruh ke aktifitas fisik...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …