Skip to main content

Manfaat dari Kebiasaan Senang Memberi

Memberi merupakan bagian dari hidup kita. Tak ada orang yang tak pernah memberi dalam hidupnya. Meski ada sebagian orang yang tak suka memberi alias kikir. Padahal sebenarnya, orang yang kikir itu sedang kikir terhadap dirinya sendiri. Iya dong, kan setiap kebaikan yang kita lakukan, pada akhirnya akan kembali pada diri kita. 


Sumber gambar : blog.quizzle.com



Kita memetik apa yang kita tanam. Jika kita menanam kebaikan, suatu saat kita pun akan memetik hasilnya berupa kebaikan pula. Begitu pun saat kita kikir, kekikiran itu akan merugikan diri kita sendiri. Na'udzubillahi min dzalik. Intinya, kebaikan itu akan menguntungkan kita, termasuk kebaikan dalam memberi. Senang memberi merupakan kebaikan yang memiliki banyak manfaat, di antaranya : 

1.  Membuat kita bahagia

Memberi dengan rasa senang hati membuat hati kita juga ikut bahagia. Kita bahagia karena melihat orang lain bahagia. Memberi itu termasuk hal yang ajaib, karena saat kamu melakukannya dengan tulus, hatimu juga otomatis akan senang dan bahagia. 

Bahkan sebelum kita benar-benar memberi, kita bisa jadi sudah bahagia duluan. Misalnya, saat kita berniat akan memberi kejutan berupa hadiah buat orang yang kita sayangi. Biasanya kita sudah antusias atau semangat saat mempersiapkannya (dari mulai membeli hingga membungkus hadiah tersebut) apalagi saat membayangkan betapa bahagianya orang yang kita sayangi saat menerima hadiah tersebut. 

2.  Melatih sikap penyayang

Tak mungkin kita menyayangi seseorang tanpa ada keinginan untuk memberi. Saat kita menyayangi, kita juga tentu ingin membahagiakannya, maka timbul keinginan untuk memberi. Menyayangi berkaitan dengan memberi, itu sebabnya sikap senang memberi bisa juga melatih sikap menyayangi. Orang yang terbiasa memberi, akan lebih mudah untuk menyayangi. 

3.  Memperbanyak amal kebaikan

Memberi itu termasuk kebaikan, dan saat kita memperbanyak memberi, maka kita pun sedang memperbanyak amal kebaikan. Ini adalah tabungan amal bagi kita. 

Memberi di sini tak harus memberi dalam bentuk materi, tapi juga non materi, seperti : memberi perhatian, keperdulian, dan juga pertolongan. Memberi tak akan membuat kita kekurangan, sebab pada hakikatnya setiap pemberian (kebaikan) yang kita berikan akan kembali pada kita lagi. Justru semakin banyak kita memberi akan membuat kita semakin banyak menerima.


Comments

  1. Memberi akan melembutkan hati kita ya, mak.

    ReplyDelete
  2. Keren mba.. insya allah dg bnyk memberi hidup kita semakin berkah..Aamiin 😊

    ReplyDelete
  3. iya, indahnya memberi. Beribu manfaat dan penuh keberkahan

    ReplyDelete
  4. Kita memetik apa yang kita tanam. Ah, jleb jleb.... aku jadi merenung.

    ReplyDelete
  5. Iya mbaaak...
    Memberi walaupun sedikit selalu membuat hati senang...walopun baru diniatin dan belum terlaksana :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…