Skip to main content

Manfaat "Meliburkan Diri" dari Rutinitas Harian

Setiap harinya, bisa jadi kita punya rutinitas harian yang sama persis atau kurang lebih sama. Hal ini tak hanya terjadi pada mereka yang bekerja di kantoran saja, para ibu rumah tangga juga bisa saja memiliki rutinitas harian yang sama. Dari mulai bangun pagi sampai menjelang tidur, waktunya di isi dengan aktivitas yang "itu lagi itu lagi" setiap harinya. Nah, inilah yang akhirnya bisa membuat kita merasa jenuh. 


Sumber gambar : apprenticeshipsinscotland.com



Maka dari itu, kita perlu nih, "meliburkan diri" sejenak dari rutinitas harian kita. Idealnya, seminggu sekali kita punya waktu libur, di mana pada hari itu kita terbebas dari rutinitas harian kita. Kecuali rutinitas yang wajib ya, misal : mengurus anak dan mengurus suami. Bagi pekerja kantoran, kita bisa ambil hari libur di Hari Minggu. Tapi, bagi ibu rumah tangga atau mereka yang bekerja dari rumah, tentu bisa lebih fleksibel, apakah Hari Jum'at, Sabtu, atau Minggu. 

Dan, inilah beberapa manfaat yang kita peroleh dari "meliburkan diri" :

1.  Me-recharge energi kita

Sama halnya seperti baterai, tubuh kita juga perlu energi untuk bisa beraktivitas. Saat kita "meliburkan diri", kita bisa me-recharge (mengisi ulang) energi kita dengan energi baru yang lebih baik, karena kita jadi lebih semangat.

2.  Mendapatkan me time berkualitas

Saat kita sibuk dengan rutinitas harian, rasanya sulit untuk bisa mendapatkan me time yang berkualitas. Sebab, pikiran kita masih sibuk memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang belum terselesaikan. Saat kita "meliburkan diri", lepaskan semua beban yang berkaitan dengan pekerjaan atau rutinitas harian kita, agar me time yang kita lakukan benar-benar maksimal. 

3.  Mendapatkan quality time dengan keluarga

Meskipun setiap harinya kita bertemu keluarga, tapi belum tentu waktu kebersamaannya bisa berkualitas. Kesibukan memang sering kali membuat kita kurang memperhatikan orang-orang di sekitar kita. Dengan "meliburkan diri", kita bisa jadi lebih fokus pada keluarga dan memiliki waktu lebih bagi mereka.

4.  Mendapatkan rasa damai

Kesibukan membuat kita sering kali tak bisa merasa benar-benar menikmati apa yang kita lakukan. Kita merasa diburu-buru oleh waktu, dan merasakan banyak kekhawatiran -sebab ada banyak hal yang kita pikirkan-. Waktu "meliburkan diri" bisa membuat kita kembali merasa damai dan tenang. 

5.  Mendapatkan kepuasan hidup

Hidup bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk kita nikmati. Salah satunya yaitu dengan cara "meliburkan diri" untuk bisa menikmati hidup dengan maksimal. Sehingga hidup kita lebih bahagia, kita mendapatkan kembali kegembiraan-kegembiraan, yang pada akhirnya membuat kita merasakan kepuasan dalam hidup. 

6.  Menghindari stress

"Meliburkan diri" membuat pikiran dan tubuh kita rileks sejenak dari segala hal yang bisa jadi membuat kita merasa jenuh dan terbebani. Rutinitas harian juga sering kali membuat kita merasa lelah, dan "meliburkan diri" membuat tubuh dan pikiran kita istirahat, sehingga bisa merasa segar kembali. Dan hal ini membuat kita terhindar dari stress.

7.  Bekerja lebih maksimal


Sumber gambar : 123rf.com



Pada akhirnya, "meliburkan diri" membuat kita bisa kembali bekerja melakukan aktivitas kantor dan juga rumah dengan lebih maksimal. Sebab, sesudah "meliburkan diri", energi kita telah kembali di-recharge, kita juga merasa damai dan bahagia, serta bebas dari stress, inilah yang kemudian membuat kita seolah punya energi dan semangat baru untuk beraktivitas dan bekerja dengan lebih maksimal.

Gunakan waktu "meliburkan diri" ini untuk kita melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya, terbebas dari pekerjaan sehari-hari. Luangkan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarga dan juga melakukan me time.  

Yuk, hari minggu besok kita "meliburkan diri" :)

Comments

  1. Wuih... bener banget, mak. Tapi sbg penulis lepas, susah banget utk meliburkan diri. Lagi libur pun, tetep aja kerja. Kudu dipaksain buat liburr. Tengkyu Mak. Artikelnya bermanfaat pisan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus dijadwalin jauh2 hari mak supaya kita bisa libur :D

      Delete
  2. Setujuuu... Meliburkan diri memang banyak manfaatt. Heuheu... Aku suka Meliburkan dirii

    ReplyDelete
  3. Kangen "Me Time"... tapi tugas baru terlalu banyak. Hik! :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…