Skip to main content

Merasa Waktu Begitu Sempit (Mencari Solusi Setelah Mengetahui Penyebabnya)

Beberapa hari belakangan, saya sempat merasa waktu begitu sempit. Saya merasa "gak sempat ini, gak sempat itu". Padahal waktu yang saya miliki, ya tetap saja sebanyak 24 jam seharinya. Pekerjaan yang biasanya bisa saya selesaikan dalam waktu lebih cepat, ini jadi lebih lambat selesainya. Ini berdampak pada tertundanya beberapa pekerjaan. 


Sumber gambar : activategroupinc.com



Ah, saya jadi merasa kurang produktif, gak maksimal memanfaatkan waktu. Lalu saya berpikir, apa ya penyebab ini semua? Saya harus mencari penyebabnya untuk kemudian bisa mencari solusi yang tepat. Akhirnya saya menemukan beberapa penyebab.

Pertama, saya lagi kurang fokus. Jadi, saat saya sedang melakukan satu aktivitas, pikiran saya gak benar-benar terpusat pada apa yang sedang saya kerjakan saat itu. Ya, katakanlah pikiran saya lagi mudah melayang kemana-mana. Gak sering sih, tapi ini lumayan mengganggu juga. Karena pikiran kita kurang fokus, waktu yang kita habiskan untuk melakukan satu pekerjaan jadi gak maksimal (lebih lambat). Misal : saat kurang fokus, saya membutuhkan waktu dua jam untuk menulis satu artikel, padahal kalau fokus hanya butuh waktu satu jam. Merugikan, bukan? 

Kedua, saya lagi kurang disiplin. Meski saya masih berusaha disiplin untuk bisa menulis setiap hari, tapi ada pekerjaan lain yang saya rasa disiplinnya mengendur. Ciri-ciri dari disiplin yang kurang yaitu jadi suka menunda sesuatu. Jadi, pekerjaan A gak saya lakukan tepat pada waktu yang seharusnya (sudah dijadwalkan). Akhirnya, jadwal saya agak berantakan, deh. Ujung-ujungnya, ada pekerjaan yang tertunda. 

Nah, setelah saya tau penyebabnya, kemudian saya mencari solusinya. Solusi yang tepat tentunya adalah solusi yang sesuai dengan penyebabnya. Setelah saya tau penyebabnya adalah kedua hal tersebut, yaitu kurang fokus dan kurang disiplin, artinya kedua hal itu yang harus saya perbaiki. Saya harus lebih fokus, dan juga lebih disiplin. Simpel ya, solusinya. 

Jadi, jika kita punya masalah dengan waktu, merasa waktu begitu sempit, dan lain-lain, coba carilah dulu penyebabnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bukan hanya soal kurang fokus atau disiplin saja. 

Gimana dengan kamu, biasanya apa sih yang menyebabkan kamu jadi merasa waktu begitu sempit? Share ya :)

Comments

  1. Sama sihh tehh, biasanya krn kurang fokus n disiplin hiHiH
    Skrg hobi nulis asta lg diendapkan
    Klo tth mw baca tulisan asta yg blm beres, bolee ntar by mail hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiih, Asta dirimu ngeblog juga sekarang :D Asyik ketemu temen di dunia blogging. Insya Allah ntar aku blogwalking ke blog Asta.

      Delete
  2. Saya juga lagi sulit fokus, smg bisa bangkit kayak Mak Arifah...:)

    ReplyDelete
  3. terlalu perfeksionis! ingin semua pekerjaan sempurna akhirnya cape sendiri dan merasa waktu tak cukup terus.Saya tuh suka kerapihan, dulu tuh berantakan dikit langsung dirapihin. lama2 cape juga ya waktu ga cukup terus..sesekali berantakan gpp lah akhirnya nyerah toh anak lg seneng main drpada main di luar rumah lebih cape harus ngerjar ksana kemari, itu pembelaannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya ya mak, kalau terlalu perfeksionis soal kebersihan malah kita sendiri yang cape hati. Saya juga dulu sempat ngalamin lho, tapi lama kelamaan berkurang, malah jadi lebih santai, enak :p

      Delete
  4. Thanks for sharing, Mbaaak.. Intinya no more excuses! HIhihi :P

    ReplyDelete
  5. iya nich karena tidak disiplin itu jadi waktunya terbengkalai terasa sempit ...

    ReplyDelete
  6. Kalau saya waktu terasa sempit karena rata rata dikerjakannya kalo dah mepet.. mepet juga karena sibuk ngerjain yg lain jadi intinya kayanya kerjaan saya kebanyakan :) *ngeles

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…