Skip to main content

Penyebab Kelalaian yang Seringkali Tak Kamu Sadari

Manusia memang mudah sekali terjerumus dalam kelalaian. Untuk selalu mengingat Allah setiap menit dalam hidup kita saja, bukan hal yang mudah, bukan? 

Pikiran kita seringkali melayang kemana-mana, berpikir negatif, pesimis, dan semacamnya. Mulut kita seringkali begitu mudah mengucapkan kata-kata yang tak santun, membicarakan aib orang lain, atau marah-marah. Di luar itu, ada beberapa hal yang menyebabkan kelalaian, dan seringkali tak kita sadari (bahwa hal itu merupakan penyebab kelalaian), di antaranya :

1.  Jarang menghadirkan hati


Jarang sekali menggunakan atau menghadirkan hati, seperti di saat mendengar (baca ini : Mendengar Tapi Tak Menggunakan Hati), saat melihat (yang menyebabkan kita jadi kurang pandai berempati), saat bekerja, serta aktivitas lainnya. Dan terutama saat beribadah, yang menyebabkan kita jadi tak bisa khusyu. 


2.  Jarang mengingat dosa


Jarang sekali mengingat banyaknya dosa yang telah kita perbuat. Padahal, setiap harinya kita tak luput dari perbuatan dosa, bahkan bisa jadi jumlahnya melebihi amal kebaikan kita. Namun kita seringkali lupa, dosa-dosa apa saja yang telah kita perbuat. Kita lebih sering mengingat kebaikan yang telah kita lakukan, meski itu tak seberapa. 


3.  Jarang mengingat kematian



Sumber gambar : pks-riyadh.org



Jarang sekali mengingat kematian membuat kita jadi panjang angan-angan, kita berpikir seolah-olah diri ini bisa menjamin bahwa usia kita masih panjang. Padahal, kita tak bisa menjamin apakah satu jam kemudian kita masih bernafas. Hidup kita ada di tangan Allah, Dia Yang Maha Mengetahui sampai kapan kita hidup. Bisa jadi kesempatan hidup kita hanya sebentar lagi, maka manfaatkan dengan baik. Mengingat kematian bisa membuat kita semakin mempersiapkan diri untuk menghadapinya.


4.  Berpikir bahwa masih ada hari esok 


Berpikir bahwa masih ada hari esok, membuat kita jadi punya kebiasaan menunda-nunda. Tak apa jika yang kita tunda adalah perbuatan buruk, karena memang seharusnya kita hindari, tapi bagaimana jika yang kita tunda itu adalah perbuatan baik, merugikan bukan? Manfaatkan waktu yang kita miliki hari ini sebaik mungkin, lakukan apa yang bisa kita lakukan hari ini, tanpa harus menunda esok hari.


5.  Merasa diri ini sudah baik 

Kenyataannya, tak banyak manusia yang selalu mengintrospeksi dirinya setiap hari, apalagi setiap saat. Kita sering merasa diri ini sudah cukup baik, apa yang kita lakukan sudah benar, ibadah kita juga sudah benar. Ini membuat kita kurang belajar untuk membuat diri ini lebih baik lagi. Padahal masih banyak bagian dalam diri kita yang harus diperbaiki. 

Nah, menurut kamu, apa lagi penyebab kelalaian yang seringkali tak kamu sadari? Share ya :)




*Self reminder*

Comments

  1. merasa ikut diingatkan, terima kasih mbak Arifah...
    ikutan share mbak, sesuatu yg kadang melalaikan adalah terlalu larut dalam kesedihan...
    (hehe, pengalaman...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak :)
      Iya, bisa jadi itu menyebabkan kelalaian juga ya, kalau berlebihan :p

      Delete
  2. subhanAllah.. makasiy share nya mak. JazakAllah khair :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…