Skip to main content

Tips Agar Kamu Jadi Pendengar yang Baik

Kalau harus memilih, mana yang lebih saya sukai antara pendengar yang baik atau pembicara yang baik, saya akan memilih pendengar yang baik. Sebab, pendengar yang baik akan membuat kita merasa nyaman di dekatnya, membuat kita merasa lebih dihargai, dan diperhatikan. Saya banyak bertemu dengan orang yang pandai berbicara, tapi lebih sedikit menemukan orang yang pandai mendengarkan.

Menjadi pendengar yang baik, memang tak mudah. Bisa jadi lebih sulit dibanding menjadi pembicara yang baik, karena menjadi pendengar yang baik, lebih butuh kepekaan hati dibanding jika kita ingin jadi pembicara yang baik. Tapi, semua tentu bisa dipelajari. Ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk jadi pendengar yang baik.

Sumber gambar : galleryhip.com



1.  Fokus dan gunakan hati

Fokuslah pada orang yang sedang berbicara dengan kita, termasuk pada isi pembicaraannya. Diam dan dengarkan sungguh-sungguh, gunakan hati kita saat mendengarkan, serta gunakan kontak mata yang baik.

2.  Hentikan aktivitasmu sejenak

Jangan sambil asyik menggunakan gadget, menonton televisi, atau membaca buku. Hentikan aktivitasmu sejenak untuk mendengarkan. Meski kita bisa mendengar sambil menggunakan gadget, menonton televisi, atau membaca buku, tapi apa yang kita dengar tak akan sampai ke hati. Ini akan membuat lawan bicara merasa kurang nyaman, kurang dihargai, dan kurang diperhatikan. 

3.  Gunakan sudut pandang orang lain 

Jangan gunakan sudut pandangmu sendiri dalam memahami pembicaraan orang lain, tapi gunakan sudut pandang orang lain, agar kita bisa berempati. Misal : dengan berpikir bagaimana jika saya jadi orang tersebut, bagaimana jika saya yang mengalami apa yang orang tersebut alami, bagaimana jika saya yang merasakan apa yang orang tersebut rasakan (tempatkan diri kita di posisi orang tersebut).

4.  Jangan memotong pembicaraan orang lain

Hindari sikap menginterupsi atau memotong pembicaraan orang lain, apalagi menghakiminya. Sekalipun kita menilai orang tersebut melakukan kesalahan, tapi kita tak punya hak untuk menghakimi. Saat orang lain sedang bercerita, biarkan ia menyelesaikan ceritanya, baru kemudian kita menanggapi. 

5.  Berikan feed back

Berikan respon / feed back (timbal balik). Tunjukkan rasa ingin tau dengan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan apa yang orang tersebut bicarakan, sehingga membuat orang lain merasa kita betul-betul mendengarkannya. Jangan ragu untuk mengulangi perkataannya agar tak ada kesalahpahaman maksud. 

Sebenarnya, setiap orang ingin dirinya betul-betul didengarkan oleh orang lain. Tapi kita terkadang terlalu egois, untuk bisa memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.




*Self reminder*

Comments

  1. menjadi pendengar yang baik adalah dengan banyak memberi komentar seakanakan kita ingin tahu sekali masalahnya ..

    ReplyDelete
  2. pernah nih mak, mau curhat malah sang teman curhat duluan :D mungkin waktunya tak tepat mau curhat saat sang teman jg sedang ada masalah. jadi..harus lihat kondisi dulu kali ya kalo mau curhat. emang paling top curhatnya sama Allah, ga ada yg ganggu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, paling enak curhat sama Allah, mak :)

      Delete
  3. Aku bukan tipe pembicara yang baik, berarti harus jadi pendengar yang baik :)

    ReplyDelete
  4. terkadang saya bukan termasuk keduanya haha.. tapi ketika saya sadar telah berbuat yg tidak baik (jd pembicara yg menyebalkan atau jadi pendengar yang mengesalkan) saya sudah terlambat memperbaikinya (keburu ngambek lawan bicaranya haha)

    ReplyDelete
  5. memang harus memberikan perhatian lebih dan khusus kpd mreka tmen2 yg curhat, ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…