Skip to main content

Belajar Mengakhiri Hidup dengan Indah

Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini, semua diawali dengan proses belajar terlebih dahulu. Saat masih bayi, kita belajar untuk bisa berjalan, makan, dan minum. Masa kanak-kanak, kita belajar untuk naik sepeda, memakai baju sendiri, dan membersihkan diri sendiri. Masa remaja kita belajar untuk lebih mandiri, dan membantu ibu membereskan rumah. Masa dewasa kita belajar untuk mencari uang sendiri dan kemudian mengurus rumah tangga.

Ya, sepanjang hidup, kita tak pernah lepas dari proses belajar. Untuk bisa tetap hidup kita butuh belajar. Proses belajar baru akan berhenti jika hidup kita telah berakhir dengan kematian. Eh, tunggu dulu, gimana dengan kematian, apa ada proses belajar juga? Kita memang tak pernah belajar untuk mati, karena kematian merupakan kejadian yang tak kita rencanakan, dan kejadiannya pun di luar kuasa kita. Namun, kita bisa lho, belajar mengakhiri hidup dengan indah, yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Sumber gambar : imgkid.com

Di dunia ini ada yang namanya sebab akibat. Kematian yang indah (baik) merupakan akibat dari hidup yang baik pula, yang mana di dalamnya ada proses belajar. Kita harus belajar untuk hidup dengan baik, kan? Dan saat kita belajar untuk hidup dengan baik, sama artinya dengan kita juga sedang belajar untuk mendapatkan kematian atau akhir kehidupan yang indah. 

Jadi, kita bisa belajar untuk mengakhiri hidup dengan baik. Allah memang yang menentukan kapan dan di mana kematian kita kelak. Tapi, akan seperti apa akhir hidup kita nanti diri kita sendirilah yang mengusahakannya. Seseorang yang selalu belajar untuk menjalani kehidupan dengan baik, tentunya akan mendapatkan balasan dan hasil yang baik pula pada akhirnya nanti.




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…