Skip to main content

Berkonsultasi dengan Buku? Bisa!


Bismillahirrahmanirrahim


***

Saat kita sedang memiliki permasalahan hidup, seringkali kita butuh berkonsultasi untuk mendapatkan saran atau nasihat dalam menemukan solusi. Karena diri kita, termasuk pikiran kita sendiri bisa jadi tak cukup bijak untuk melihat permasalahan demi mendapat solusi terbaik. Apalagi jika diri kita termasuk kategori orang yang mudah merasa cemas atau bahkan terlalu cemas. Rasa cemas berlebihan bisa membuat kita tak bisa berpikir jernih. Begitu pula dengan emosi-emosi negatif lainnya, seperti : rasa takut berlebihan, pikiran buruk, pesimis, dan lain-lain. Hal-hal tersebut membuat pikiran kita jadi tak bisa tenang dan jernih. 

Maka dari itu, kita harus berkonsultasi. Sebenarnya, dalam Islam, tempat konsultasi segala permasalahan hidup yang terbaik hanya Allah. Namun, sebagai manusia yang memiliki kelemahan (seperti saya), kita tak cukup pandai untuk bisa memahami jawaban yang Allah berikan. Itu sebabnya, selain berkonsultasi dengan Allah, tak ada salahnya kita juga mencari tempat konsultasi lain yang bisa jadi di sanalah terdapat jawaban Allah. 

Nah, masalahnya adalah, saya termasuk orang yang lebih sering merasa 'malas' untuk berkonsultasi dengan orang lain. Saya terlalu berhati-hati memilih orang untuk dijadikan tempat saya bercerita permasalahan saya. Sebab, mencari seseorang yang bisa dengan baik dan bijak memberi solusi dan juga amanah, itu tak mudah. Kalau sudah begini, saya memilih berkonsultasi dengan buku. Bukan berarti bukunya diajak bicara lho, ya. Hehe.. 

Sumber gambar : es.wikihow.com



Jadi, pilihlah sebuah atau bisa saja beberapa buah buku yang memang isinya sesuai dengan permasalahan yang sedang kita alami. Misalnya, saat kita sedang ada masalah rumah tangga, ya bacalah buku seputar solusi permasalahan rumah tangga. Saat sedang ada masalah di kantor terkait dengan pekerjaan, ya baca buku seputar permasalahan dunia kerja. Atau, saat sedang memiliki masalah terkait dengan stress, kurang motivasi, tak percaya diri, kita bisa pilih buku-buku seputar self help, self motivation, serta self development

Dari buku yang kita baca, kita bisa mendapat banyak pembelajaran, nasihat bijak, dan ilmu yang berkaitan dengan permasalahan kita. Malah, berkonsultasi dengan  buku lebih baik dibanding hanya memendam masalah tanpa berusaha mencari solusi, atau berkonsultasi tapi bukan dengan orang yang tepat. Kita bisa mendapatkan jawaban-jawaban atas segala permasalahan kita melalui buku. Asalkan pilih buku dengan tema yang sesuai dan isi yang berkualitas. 

Kamu tertarik untuk mencobanya? 

Comments

  1. Gara2 postingan ini membuat saya semakin semangat baca buku

    ReplyDelete
  2. masalahnya, ga ada budget buat beli buku mak hehe makanya rajin berburu buku gratis nih...tapi kalau niat menyisihkan pasti bisa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, harus niat, biarpun sehari cuma seribu misalnya. Dua bulan atau tiga bulanan kan bisa beli buku baru :D

      Delete
  3. Setuju banget,Mak...sya sudah mencobanya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …