Skip to main content

Liburan Paling Sederhana adalah Meliburkan Pikiranmu

Semua orang membutuhkan liburan, termasuk saya dan kamu, iya kaaan? *apa sih :p Setelah setiap harinya kita disibukkan dengan rutinitas yang menguras energi fisik dan juga pikiran, tentu saja kita butuh waktu untuk bersantai, bebas, dan bersenang-senang. Liburan ini bermanfaat untuk membuat pikiran serta tubuh kita kembali segar, semangat, dan energi kita full kembali. 

Selama ini liburan identik dengan jalan-jalan, pergi bersama keluarga, ke luar kota, mengeluarkan biaya, dan membutuhkan waktu yang harus dipersiapkan sebelumnya (jauh-jauh hari). Intinya, liburan bisa jadi tak se-simple yang dibayangkan. Itu sebabnya, sebagian orang merasa tak sempat untuk liburan, tak punya cukup biaya, atau tak punya teman yang akan diajak liburan. 


Sumber gambar : smartertravel.com



Padahal, liburan tak harus rumit seperti itu, kok. Liburan bisa dibikin jadi sederhana, tapi hasilnya tak kalah dengan liburan pada umumnya. Liburan paling sederhana adalah meliburkan pikiran kita. Ini sudah lebih dari cukup untuk bisa membuat kita merasa lebih baik. Kita hanya perlu meluangkan waktu minimal 15 menit sampai setengah jam setiap harinya untuk bisa melakukan liburan sederhana ini. 

Caranya, tentu saja dengan membebaskan pikiranmu dari segala hal yang tak mengenakkan, sampai kita merasa betul-betul santai. Matikan semua alat telekomunikasi, tutup pintu di ruangan tempat kita berada, lalu ambil posisi duduk, berselonjor, atau berbaring, apapun itu yang penting kita merasa santai dan nyaman. Kemudian lakukan hal yang benar-benar kita suka agar kita merasa santai, misal : membaca buku favorit, mendengarkan musik, atau melakukan rileksasi, meditasi, atau yoga. 

Lengkapi liburan sederhana kita itu dengan segelas jus buah segar yang manis agar tubuh kita segar pula. Anggaplah saat itu kita sedang benar-benar liburan, meski secara fisik kita tak kemana-mana, tapi kita bisa membuat pikiran kita pergi sejenak atau meliburkan pikiran kita. Liburan sederhana ini bisa menyegarkan pikiran kita, agar kita terhindar dari kejenuhan. 

Comments

  1. ya sangat setuju, dengan merefleksikan pikiran. Hidup bisa bertambah lebih indah.. tanpa perlu berlibur yg memerlukan mdal banyak

    ReplyDelete
  2. kalau saya cukup dengan jalan2 di sekitar; kantor atau rumah. 10 menit saja. :D

    jdi pingin Yoga.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Bisa mak, tapi gak mesti juga, kalau baca buku kan bukan meditasi :) yang penting pikiran kita rileks, intinya meliburkan pikiran aja mak dari rutinitas harian serta pikiran yang gak enak.

      Delete
  4. nice posting mak :) kalau saya biasanya males-malesan sambil baca buku, ato cuma duduk-duduk lihat tanaman di teras :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya maaak, lihat tanaman -apalagi yang warna-warni dan indah- bisa bikin kita rileks :)

      Delete
  5. iya mak setuju banget..mm sesekali kita harus meliburkan pikiran kita kunjungi blogku juga ya thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah mak, tapi sekarang mah belum sempat bw euy :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …