Skip to main content

Mahalnya Ucapan Terima Kasih

Sumber gambar : naturallyborn.net



Ucapan "Terima kasih" merupakan ucapan yang sangat ringan untuk dilafalkan, namun pada praktiknya, bisa jadi tak seringan itu. Coba hitung berapa kali kita mengucapkan kata "Terima kasih" dalam sehari? Bisa jadi hanya beberapa kali. Padahal, begitu banyak dari aktivitas yang kita lakukan, di situ ada peran orang lain. 

Misal : ada peran orangtua yang telah membantu kita mengurus anak, ada peran asisten rumah tangga yang telah membantu mengurus pekerjaan rumah, ada peran karyawan lain yang telah membantu kelancaran tugas kita di kantor, ada peran konsumen yang membantu kita mendapat rezeki, ada peran tukang parkir yang membantu kita memarkirkan kendaraan, ada peran penjual makanan yang membantu kita mengatasi rasa lapar, juga ada peran keluarga atau orang-orang terdekat yang telah membuat kita banyak tersenyum bahagia karena kehadiran mereka. 

Dan, masih banyak lagi hal lainnya, bahkan hingga hal-hal yang sebenarnya sangat sepele. Saat kita memasuki pintu Bank misalnya, ada satpam yang membantu membukakan pintu dan kemudian menyapa kita dengan ramah. Sudahkah hal tersebut dibalas dengan ucapan terima kasih? Atau kita hanya berlalu begitu saja, dengan alasan "Ah, saya terburu-buru, nih". 

Apakah kita berpikir, bahwa hal-hal tersebut adalah hal yang memang seharusnya dilakukan oleh orang lain? Salah! Karena saat kita berpikir demikian, kita tak akan merasa betul-betul menghargai perbuatan orang lain bagi kita. Mereka melakukannya karena kita membutuhkannya. Coba bayangkan, jika tak ada peran orang lain dalam hidup kita, betapa berat dan sulitnya hidup ini. Mereka semua telah mempermudah kita. 

Banyak hal yang seharusnya kita iringi dengan ucapan "Terima kasih". Banyak orang yang seharusnya menerima ucapan itu dari kita, tapi seringkali tak kita lakukan. Sedemikian mahalkah ucapan "Terima kasih" sehingga kita jadi pelit mengeluarkan kata-kata itu? 

Coba hitung, setiap kali kita merasakan peran orang lain dalam aktivitas kita, ucapkan terima kasih. Kita akan kaget dengan jumlahnya, karena dalam sehari begitu banyak peran orang lain yang telah mempermudah hidup kita.




*Self reminder*

Comments

  1. Aku sllu brusaha melakukan ini mbak..
    Ya itung2 jg bwt ngasih contoh bwt si kecil
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memberi teladan buat buah hati ya, mbak :)

      Delete
  2. Sungguh artikel yang menginspirasi mbak. InSya Allah hal ini harus saya terapkan secara kontinuitas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…