Skip to main content

Manfaat dari Mengungkapkan Masalah

Semua orang pasti punya masalah, tapi tak semua orang suka mengungkapkan masalahnya pada orang lain. Sebagian orang lebih suka memendamnya sendiri. Padahal, sebenarnya mengungkapkan masalah pada orang lain memiliki beberapa manfaat. Asalkan kita mengungkapkannya pada orang yang tepat, yaitu orang yang bisa dipercaya, yang bisa bijak dalam memberi saran, dan juga yang bisa mendengarkan keluhan kita dengan baik. Berikut ini beberapa manfaat yang kita peroleh dari mengungkapkan masalah pada orang lain :

1.  Sebagai salah satu cara mencari solusi

Mengungkapkan masalah, menunjukkan bahwa kita ingin mendapatkan solusi. Dan untuk mendapatkan solusi, tentu harus ada usaha. Salah satunya yaitu dengan mencari orang yang tepat untuk kemudian jadi tempat kita bercerita dan berbagi beban pikiran dengannya. Jika kita terus menerus hanya memendam masalah tanpa melakukan apa-apa, bagaimana mungkin akan ada solusi. Saat kita sedang dilanda masalah, kita bisa jadi merasa buntu -tak tau harus berbuat apa-, dan mengungkapkan masalah pada orang lain bisa jadi jalan untuk mencari solusi. 

2.  Merasa lega 

Dengan mengungkapkan masalah kita pada orang lain, akan membuat kita merasa lebih lega dan ringan. Sebab, setelah mengungkapkan masalah, pikiran yang awalnya kusut menjadi berkurang, sebagian beban kitapun ikut berkurang.

Sumber gambar : shutterstock.com

3.  Mengurangi rasa cemas

Setelah menceritakan masalah kita pada orang lain, orang lain biasanya akan menghibur, memberi dukungan, atau setidaknya menenangkan kita yang sedang kalut. Hal ini bisa membuat rasa cemas kita berkurang dan kita jadi lebih tenang. 

4.  Melihat masalah dari sudut pandang berbeda

Dengan bercerita pada orang lain, kemungkinan besar kita akan mendapat sudut pandang yang berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Sebab pikiran masing-masing orang tentu tak sama persis. Bisa jadi sudut pandang orang lain lebih baik dan lebih positif dibanding sudut pandang kita. Sehingga pikiran kita yang tadinya sempit dan negatif, menjadi lebih baik setelah mendapat sudut pandang berbeda dari orang lain. 

5.  Mendapat jalan untuk menyelesaikan masalah

Jalan untuk menyelesaikan masalah bisa datang dari berbagai macam cara, termasuk salah satunya dengan bantuan orang lain. Saat kita menceritakan masalah kita pada orang lain, orang tersebut bisa saja menjadi orang yang membantu kita menyelesaikan masalah. Tak selalu berarti orang tersebut yang langsung membantu, tapi bisa jadi dialah yang memberi kita saran atau solusi yang tepat bagi permasalahan kita.

Tuh kan, mengungkapkan permasalahan kita pada orang lain yang tepat, ternyata bermanfaat juga ^_^

Comments

  1. nah itu mak, pada orang yang tepat.....

    ReplyDelete
  2. Iya, cuma kadang risih sendiri kalau curhat mulu yak :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iyaaa jangan keseringan apa-apa dicurhatin ya mak :D

      Delete
  3. Yg paling sering sih mbak, aku curhatnya di atas sajadah..*guayaaa..
    Lega gt..
    Kalau ke org sih aku suka pilih2, susah nyari yg tepat..kalau curhat sm yg gk tepat, ujung2nya malah ngundang si mas alah...
    Tfs yak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheee, si mas alah itu cakep gak mbak? :p

      Delete
  4. setuju sekali mba, saya suka mengungkapkan masalah dengan sahabat saya. tetapi saya jarang mengungkapkannya dengan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, berarti mengungkapkan masalah dengan sahabat lebih membuat kamu nyaman ya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…