Skip to main content

Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Kamu Harus Marah

Sumber gambar : thinkstockphotos.com



Marah. Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata itu? Biasanya akan terbayang emosi, teriakan, muka cemberut, dan lain-lain. Marah, seringkali diidentikkan dengan hal-hal yang negatif. Padahal, marah tak selalu jadi negatif, lho. Selama marahnya dilakukan dengan cara yang tepat, marah justru bisa jadi hal yang positif. Maka dari itu, perhatikan hal-hal berikut saat kita harus marah : 

1.  Tujuan marah haruslah baik 

Marah yang tepat, harus memiliki tujuan yang baik atau positif bagi kedua belah pihak. Marah bukan sekadar luapan emosi untuk bikin kita lega lho, ya. Marah tersebut harus bermanfaat bagi kita juga bagi orang yang menerima marah kita. 

2.  Marah pada orang yang tepat

Marahlah pada orang yang tepat, yang memang terkait langsung dengan permasalahan yang sedang dialami. Jangan sampai kita salah sasaran. Sebab marah pada orang yang salah akan sia-sia, dan tujuan baik dari marah tersebut tak akan tercapai. 

3.  Perhatikan waktu dan tempat

Saat kita marah, kita juga harus tetap memperhatikan situasi dan kondisi, termasuk waktu dan tempat. Jangan sampai kita jadi mempermalukan orang lain, karena marah di tempat umum atau di depan banyak orang. Perhatikan juga kondisi orang yang kita marahi, apakah ia sedang dalam kondisi baik atau sedang sakit. Jangan sampai marah kita malah merugikan orang lain.

4.  Tak berlebihan

Jangan berlebihan saat kita marah. Jika kita sedang merasa kesal dan emosi, sebaiknya tunggu sampai emosi dan rasa kesal kita mereda. Sebab, saat emosi, kita kurang bisa memakai akal kita dengan baik, sehingga kita jadi mudah berteriak-teriak (memakai nafsu). Dan keadaan seperti itu tak akan bisa membuat masalah terselesaikan, justru seringkali menambah dan memperlebar masalah.

5.  Gunakan cara yang bijak

Boleh marah, tapi gunakan cara yang bijak, yaitu dengan menyertai sikap lembut, sabar, dan pakai hati yang bersih. Sesuatu yang datang dari hati maka akan sampai juga ke hati, tapi hati di sini adalah hati yang baik, agar bisa diterima dengan baik pula oleh orang lain.

Nah, kalau kita bisa memenuhi kriteria-kriteria di atas saat marah, insya Allah marahnya kita bisa mendatangkan kebaikan :)




*Self reminder*

Comments

  1. Marah bukanlah sekedar luapan emosi agar bikin kita lega. Aaaah, jleb ini, mbak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…