Skip to main content

Proses Lebih Penting dari Hasil yang Kamu Dapatkan

Kita tentu tau bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Untuk mendapat hasil, maka harus ada proses, dan gak akan ada hasil tanpa melalui proses. Untuk mendapatkan hasil yang tampak sepele sekalipun pakai proses, kok. Misalnya, kita haus nih, pengen minum. Untuk mendapatkan air minum butuh proses juga, dari mulai pengambilan gelas, penuangan air, sampai mengangkat gelas ke mulut. Gak mungkin dong, air minum tiba-tiba jreng aja gitu di depan mulut kita, terus glek..glek..glek sendiri, ih, sulap kali.. 

Intinya, semua tindakan kita sekarang adalah proses. Termasuk contoh di atas tadi, itu adalah proses kita minum. Saya menulis sekarang ini juga termasuk proses, lho. Hasilnya bisa jadi belum kelihatan, tapi suatu saat tentu akan ada hasilnya, sebab hasil dan proses saling terkait satu sama lain. Jadi, di mana ada proses satu saat tentu ada hasil, dan di mana ada hasil sebelumnya tentu ada proses. 

Masalahnya, kita seringkali hanya fokus atau terlalu fokus pada hasilnya. Saat melihat kesuksesan atau keberhasilan orang lain, kita mikirnya "Wah, enak banget sih dia, dapet uang banyak cuma dari nulis satu artikel", "Beruntung sekali dia, pertama kerja langsung dapet gaji jutaan", atau "Wow, dari ikut lomba aja bisa beli motor". Nah, itu kalau kita fokus pada hasilnya. Padahal mana tau kita, kalau sebelumnya orang-orang tersebut telah melalui proses bertahun-tahun lamanya untuk bisa memperoleh semua itu. Bisa jadi itu adalah hasil dari proses mereka setelah sekian lama berdoa, bersabar, dan berusaha mendapat rezeki. 

Pokoknya semua ada prosesnya, deh. Termasuk orang-orang yang terlibat korupsi, eh..jangan kira itu instan tanpa proses, ya. Bisa jadi proses awal mereka untuk mendapat pekerjaan sebenarnya bersih (proses mendapat pekerjaan tanpa adanya suap), tapi karena gak sabar akan hasilnya -yang pengen cepat kaya-, akhirnya dipilihlah jalan berbelok, yaitu dengan cara korupsi. Padahal belum tentu awal niat mereka bekerja adalah untuk korupsi. 


Sumber gambar : pinterest.com




Maka sebaiknya, jangan terlalu fokus pada hasil, lebih baik fokus pada proses. Jalani proses sebaik mungkin, tempuh jalan yang lurus agar hasilnya juga baik dan berkah. Proses itu lebih penting dari hasil yang kita dapatkan, sebab di sanalah letak semua usaha, perjuangan, dan kesabaran kita. Satu hal lagi yang paling penting, yaitu Allah menilai proses atau usaha yang kita lakukan, bukan menilai hasil yang kita peroleh. 

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (Qur'an Surat At-Taubah ayat 105).




*Self reminder*

Comments

  1. sawang sinawang itu kayaknya enak,kadang kita, eh saya maksudnya...seringnya juga selalu lihat hasilnya lebih dulu,padahal kebalik ya,proses itu yang utama.

    ReplyDelete
  2. bener mbak untuk bisa sukses itu butuh proses,untuk itu kita harus menjalani proses dengan baik :))

    ReplyDelete
  3. Menikmati proses ya, Mbak. Belajar dalam hidup.

    ReplyDelete
  4. nanti kecewa ya mak kalo terlalu fokus pd hasil, apalagi klo nti ternyata hsilnya jelek

    ReplyDelete
  5. benar sekali mba, kalau cuma hasil yang dicari nanti kalau jadinya jelek bisa kecewa. kita harus mengutamakan prosesnya. sebab dengan proses yang baik maka hasil bisa lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, proses berbanding lurus dengan hasilnya nanti..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…