Skip to main content

Rasa Tak Puas Tak Selamanya Buruk

Rasanya saya sudah beberapa kali menulis seputar judul di atas, tapi gak pernah merasa cukup untuk menulis tentang ini. Saya anggap ini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Sebab, manusia pada dasarnya memang tak pernah luput dari ujian dan godaan. Dan selalu saja, ada rasa tak puas. Diberi 100 ribu, ingin 200 ribu, nanti udah punya 200 ribu, ada keinginan lagi untuk punya 300 ribu. Begitu seterusnya, tak ada habisnya. 

Sebenarnya, rasa tak puas itu ada sisi positifnya juga kok, asalkan kita menerapkannya untuk hal yang positif. Misal : Tahun lalu mampu sedekah 500 ribu, tapi rasanya masih kurang, jadilah tahun ini sedekah 1 juta. Dan setelah bisa sedekah 1 juta, tahun depannya ingin bisa meningkat lagi jadi 2 juta, dan seterusnya. Rasa tak puas tersebut justru bisa membuat kita menjadi berusaha memperbanyak amal kebaikan. 

Rasa tak puas dalam beribadah, bisa membuat kita memperbaiki dan meningkatkan ibadah kita. Rasa tak puas dalam hasil pekerjaan, bisa membuat kita berusaha lebih baik lagi dalam bekerja, sehingga kualitas kerja kita meningkat. Rasa tak puas dalam berbuat kebaikan, juga bisa membuat kita memperbanyak kebaikan yang kita lakukan. Coba lihat, rasa tak puas tersebut bermanfaat, kan? 


Sumber gambar : visualphotos.com



Tapi, ada juga rasa tak puas yang merugikan. Malah rasa tak puas inilah yang seringkali ada pada diri kita. Yaitu rasa tak puas atas apa yang kita miliki atau dapatkan. Selalu merasa kurang atas apa yang kita miliki. Rasa tak puas yang seperti ini, merupakan perwujudan diri kita yang kurang atau bahkan tak pandai bersyukur. Sebab, kita terlalu fokus pada berapa banyak dan apa yang sudah kita miliki, dibanding fokus pada keberkahannya. 

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bisa menempatkan rasa tak puas tersebut pada hal-hal yang positif, yang membuat kita bisa mendapat manfaat darinya, aamiin.


Rasa tak puas tak selamanya buruk. Sebab, rasa tak puas dalam memberi, bisa membuatmu berusaha memberi lebih dan lebih. Tapi rasa tak puas dalam menerima justru membuatmu tak pandai bersyukur. (A.AM)





*Self reminder*

Comments

  1. setuju...tergantung ya rasa tidak puasnya.jadi gak melulu negatif ya.

    ReplyDelete
  2. setuju bangget sama quote nya. saya jg merasakan kok ga ada puasnya pengen melakukan ini itu. pengen memiliki ini itu. Tapi...mudah2an rasa tak puasnya dalam hal yg positif...

    ReplyDelete
  3. Ya..mmg org itu g pnah puas y mak..seblm mati.he3 kunjungi blogku y

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …