Skip to main content

Fokus! Jangan Biarkan Pikiranmu Melayang Kemana-mana

Assalaamu'alaikum, readers. :) Wah, udah lama lho saya gak ngisi blog ini, hehe. Sampe udah kangeeen banget, deh. Belakangan memang lagi disibukkan dengan aktivitas lain, sih *alesaaan*. Ya sudahlah ya, yang penting sekarang mau nulis lagi. Ngomong-ngomong nih, kamu suka gak ngerasa lamaaa banget ngerjain sesuatu, kok rasanya gak kelar-kelar gitu, deh. 

Misalnya nih, lagi nulis padahal udah "berjam-jam" ketak-ketik keyboard tapi kok gak selesai-selesai tulisannya. Padahal di lain waktu, kamu bisa menyelesaikan tulisan seperti itu hanya dalam waktu gak lebih dari satu jam. Nah, lho. Menurutmu itu kenapa? Itu pertanda kamu gagal fokus. :p Keliatannya sih, kamu lagi nulis, padahal pikiranmu lagi melayang ke sana kemari. Pandangan boleh saja ke layar komputer, padahal hati nyangkut entah di mana *ooops*.


Sumber gambar: inspirebywhitney.com




Ya, pikiran yang gak fokus memang mengganggu. Bukan hanya bikin pikiran dan hati jadi gak tenang, tapi juga bikin kita jadi gak "efisien" menggunakan waktu. Apalagi kalau udah berkaitan sama pekerjaan. Duh, berasa deh betapa pentingnya fokus ini. Memang sih, gak ada orang yang selalu bisa fokus terhadap apa yang sedang dilakukannya selama 24 jam, tanpa pernah sesekali pikirannya melayang kemana-mana. Sebab, manusia itu pasti 'diganggu', termasuk oleh pikirannya sendiri. Tapi setidaknya, kita bisa meminimalisir pikiran yang gak fokus ini, supaya jangan sampai mengganggu aktivitas penting kita, salah satunya yang berkaitan dengan pekerjaan. 

Banyak hal sih ya, yang menyebabkan kita jadi gak fokus. Tapi yang jelas kita adalah sang pengendali dari pikiran kita sendiri. Kita yang bertanggung jawab atas pikiran kita. Jadi, ya pintar-pintarnya kita saja mengendalikan pikiran kita. Jangan biarkan pikiran kita sendiri 'mengganggu' diri kita. Kita bisa kok, berlatih mengendalikan pikiran kita, meski gak mudah, tapi ini bisa dipelajari dan dilatih. 

Pikiran yang fokus membuat kita lebih tenang, lebih efisien menggunakan waktu, dan juga membuat kita betul-betul bisa "menikmati" apa yang sedang kita kerjakan dengan lebih optimal. Yuk belajar fokus, fokus, dan fokus :)

Comments

  1. Lagi aku banget nih topiknya. hemmm emang harus fokus :)

    ReplyDelete
  2. kaya saya akhir2 ini, kalo udah ga fokus, binugn mau nulis apa karena pikiran melayang2 kemana-mana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, aku tangkep pikirannya ya, mak. *Happp!

      Delete
  3. Iyaaaa udah lama banget nggak update ya mbak.
    Eh muncul2 posting artikel tentang fokus fokus dan fokus. Berasa sehati aja nih, kebetulan saya juga ada kerjaan yg belum kelar2 juga. Hiks. Fokus!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ika, udah mau 2 bulan gak posting :p

      Delete
  4. wah saya juga nih harus lebih fokus. Apalagi tambah sibuk belakangan ini

    ReplyDelete
  5. lama g nulis y mb? aku juga sering gitu mbak kurang fokus...apalagi kalo byk pikiran.mungkin kurang piknik ya he3 memang hrs fokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa :p
      Wah, iya aku kurang piknik deh :D *ehhh

      Delete
  6. Aku sering banget gitu. Biasanya sih lantas kutinggal dulu, selesaikan yang bikin gagal fokus. Atau ngopi dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya ngopi emang bisa bikin kita fokus ya, mak :)

      Delete
  7. Gak fokus.... emang penyakit ya...hehehe

    ReplyDelete
  8. kalau lagi ada masalah pasti nggak fokus. atau nulis, tapi sambil buka sosmed, itu juga yang bikin gagal fokus. hehhe

    ReplyDelete
  9. kadang-kadang pikiran fokus, tapi lingkungan yang bikin jadi gak fokus :D

    ReplyDelete
  10. Nulis itu ngangenin ya, tapi kalau nggak fokus menulis jadi terasa beban. Sejak bulan Juni saya pun banyak fakum. Ok, selamat menulis mak...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa mak, aku juga dari Juni mulai gak rajin :p

      Delete
  11. Kesringan fokus pas di awal-awa saja, kebelakangnya mulai buyar...hadeeehpadahal kudu fokus, fokus dan fokus, ya Mbak =D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…