Skip to main content

Kita Butuh Filter Diri untuk Hidup yang Lebih Jernih


Sudah positif belum sih, hidup yang kamu jalani? Seharusnya kadar positif hidup kita lebih besar di banding negatifnya. Ya kalau mau mencapai yang 100 persen positif sih, dijamin tak bakal ada. Iya lah, tak ada manusia yang sempurna :) Paling tidak jangan sampai negatifnya lebih mendominasi, hihi..

Sebetulnya, hal-hal negatif yang ada pada diri kita itu bisa jadi banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita (sesuatu yang berasal dari luar diri kita). Soalnya, manusia itu memang seringkali begitu mudah terpengaruh atau dipengaruhi. Meski tak semua ya, ada juga hal-hal negatif yang memang timbul dari hati kita sendiri tanpa ada pengaruh dari luar.

Nah, makanya nih kita harus punya filter diri supaya hidup kita lebih jernih, artinya hidup kita didominasi oleh hal-hal yang positif. Lalu, hal-hal apa ya yang harus kita seleksi dari kehidupan kita sehari-hari?

1.  Apa yang kita baca

Tiada hari tanpa membaca, apakah itu membaca sosial media, media cetak ataupun membaca buku. Namun, sebaiknya pilihlah informasi, berita, maupun cerita yang bermuatan positif. Meski kenyataannya berita atau informasi yang mengandung unsur negatif seperti gosip, kriminal, serta cerita-cerita yang menyesatkan pikiran pembaca, biasanya justru lebih ‘menjual’. Buktinya, acara gosip di televisi lebih mendominasi di banding acara yang mendidik (edukatif).

2.  Apa yang kita tulis

Kamu sering menulis status di sosial media atau bahkan menulis di blog? Nah, coba cek apa yang kamu tulis itu sudah bermuatan positif atau malah negatif, seperti keluhan, sindiran, kemarahan, dan lain-lain. Pada dasarnya, segala perbuatan yang kita lakukan akan kembali lagi pada kita. Saat kita menuliskan hal-hal yang negatif, maka efek negatif itu akan terasa pada diri kita.


3.  Apa yang kita dengar dari pembicaraan orang lain

Ketahuilah, jika kita terbiasa mendengar kebohongan, maka kemungkinan besar kita juga akan terbiasa berbohong. Jika kita biasa mendengar kata-kata kasar, keluhan, dan ucapan-ucapan negatif lainnya, sedikit atau banyak kita bisa saja terpengaruh.

Sumber gambar: rumahkeluargaindonesia.com



4.  Apa yang kita bicarakan/ucapkan

“Mulutmu Harimaumu”, pasti kamu sudah tak asing lagi dengan pepatah yang satu ini. Ya, sebab kata-kata  yang kita ucapkan bisa mendatangkan kerugian (balik menyerang) diri kita sendiri. Makanya kita harus hati-hati dengan ucapan yang kita keluarkan.

5.  Apa yang kita tonton di televisi

Ada sebagian orang yang bahkan sengaja untuk tidak memiliki televisi di rumahnya. Kenapa? Tentu saja karena televisi dianggap lebih banyak memberikan pengaruh buruk bagi penontonnya, dibanding memberi manfaat. Sebenarnya tidak begitu juga kok, semua tergantung dari bagaimana kita menggunakannya. Jika yang kita tonton adalah acara-acara edukatif maka hasilnya pun akan positif.

Dengan menyeleksi kelima hal tersebut insya Allah akan membuat hidup kita jauh lebih positif. Bukan foto aja yang bisa jadi lebih jernih dengan filter. Manusia juga bisa jadi lebih jernih hidupnya dengan melakukan filter diri dari kelima hal di atas.




*Self reminder*

Comments

  1. nomer 3 & 4 mbak yg paling sulit dielakkan pengaruhnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya kalau udah ngobrol sama orang suka lupa, yak :p

      Delete
  2. filter diri memang harus selalu dilakukan yah mbak agar kita tidak semakin jauh terjerumus dalam hal-hal negatif :)

    ReplyDelete
  3. bener banget, apalagi hidup di zaman seperti sekarang :)

    ReplyDelete
  4. dan dgn siapa kita bergaul juga hrs difilter ya mak?heheee...

    ReplyDelete
  5. Semoga hidup kita akan selalu jernih y

    ReplyDelete
  6. ih setuju euy.. untuk yang nomer 5 apalagi.. kadang sifatku berubah sesuai acara yang ditonton, untungnya paling yang aku tonton kalau ga a/next top models, masterchef, yaa anime anime, ada sih drama korea, tapi udah mayann ngefilternya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku udah gak nonton Drakor euy.. bisi naksir lagi sama Hyun Bin, haha..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…