Skip to main content

Memanfaatkan Waktu Multitasking untuk Belajar


Assalaamu'alaikum, readers :)

Ah, betapa saya kangeeen banget dengan aktivitas ngeblog. Hampir dua bulan gak ngeblog, nih. Baiklah, kali ini saya sempatkan nulis untuk melepas kangen. Padahal banyak banget lho, yang pengen saya ceritain di sini. Terutama tentang Rumah Harapan, yang insya Allah bakal ada juga nih di Bandung. Doakan ya, teman-teman blogger. Mudah-mudahan ada banyak orang yang kelak akan terbantu dengan adanya Rumah Harapan VCF Bandung, aamiin.

Tapi, saya bukan mau mengulas tentang Rumah Harapan dulu, nih. Insya Allah di postingan-postingan selanjutnya, ya. Kali ini saya ingin mengulas tentang waktu. Kamu sadar gak sih, kalau waktu 24 jam yang kita miliki itu sebenarnya bisa kita manfaatkan dengan lebih maksimal lagi. Yaitu dengan 'memadatkan' waktu agar lebih 'berisi' (hehe, apalah ini perumpamaannya), alias memanfaatkan waktu multitasking untuk belajar.


Sumber gambar: hipwee.com







Jadi gini, coba sekarang kamu pikirin, ada berapa menit atau bahkan jam dalam sehari, waktu yang kamu pakai untuk aktivitas yang bisa disambi (multitasking) dengan belajar, yaitu mendengarkan atau membaca (memperoleh ilmu). Misal: saat sedang makan kita bisa sambil mendengarkan ceramah atau kajian ilmu di radio (memutar cd); dalam perjalanan menuju kantor atau sekolah yang memakai angkutan umum, seperti angkot, bus atau kereta, bisa kita sambi dengan membaca buku yang bermanfaat.

Dan masih banyak lagi, sekian aktivitas yang bisa kita buat jadi lebih 'berisi', mulai dari berdandan, menunggu teman, menunggu masakan matang, saat kita melakukan pekerjaan rumah (menyapu, mengepel, dll), hingga saat menunggu siaran televisi favorit kita dimulai (saat sedang iklan). Semua aktivitas tersebut bisa kita sambi dengan belajar. ASALKAN ADA NIAT. Niat memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk belajar.

Jika waktu-waktu itu kita akumulasikan, kamu pasti akan kaget. Sebab, dalam sehari kamu bisa mendapatkan waktu hingga berjam-jam untuk belajar. Meski demikian, sebaiknya multitasking seperti ini kita sesuaikan juga dengan kondisi dan situasi. Jangan sampai kita jadi terlalu sibuk sendiri dan tak menghiraukan orang di sekitar kita. Misalnya, saat sedang makan bersama keluarga, kita malah asyik baca buku. 

Gimana nih, mau mencobanya teman-teman? Coba aja sedikit demi sedikit, sampai kamu terbiasa menyelipkan waktu belajar di aktivitas-aktivitasmu sehari-hari :) 

Comments

  1. Senang ya... kalau itu bisa jadi kebiasaan. Alhamdulillah semangat belajar masih menggebu, tapi matanya nggak bisa diajak kompak, kalau baca cepet ngantuuk! :( Selamat menulis kembali ya Mak Arifah. Rindu dengan cerita putrinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya baca kelamaan emang bikin ngantuk mak :p Makasih, mak :)

      Delete
  2. aku nai angkot mak, jadi bawa buku atau kalau nggak bawa buku catatan karena bisa nulis di dalam angkot untuk ngedraft blog :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulis di angkot mak? Wah, aku sih baca aja susah lho kalo di angkot ;D

      Delete
  3. Udah lama aku me-multitasking waktu, kayak nonton tv nyambi baca. Nunggu cucian selesai, nyambi nyapu sambil nyalain channel Al Quran dari Masjiidl Haram, bisa ikut tilawah semampuku :)

    ReplyDelete
  4. Iya mbak kadang-kadang saya juga gitu :)

    ReplyDelete
  5. Klo di kendaraan sambil baca bawaan mabuk mak. Saya biasanya saat menyusuin si kecil nyambi baca. Gak kerasa kadang dah mau habis tu buku. Sekalian jadi contoh buat si kecil biar suka baca. Makasi mak infonya jadi pengen ngelist kegiatan yg bisa di kerjaan dlm 1 waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bagus tuh mak, membiasakan buah hati dengan aktivitas membaca sejak dini, ya :)

      Delete
  6. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin ya, Mbak.

    Apakabaar nih?

    ReplyDelete
  7. kalo dulu aku sering makan sambil BW hehehe, bermanfaat gak itu ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, bermanfaat mak :) makan sambil nyari ilmu di blog2 yang bermanfaat..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…