Skip to main content

Copy Paste? Monggo ajaaa..






Dalam dunia tulis-menulis di internet, yang namanya copy paste alias menjiplak memang bukan hal yang asing lagi. Banyak banget artikel-artikel yang isinya persis namun ditulis di beberapa sumber website atau blog yang berbeda. Ada yang 100 % persis, ada yang diubah judulnya, dan ada juga yang diubah-ubah sedikit isi ataupun penulisannya.

Kalau saya pribadi sih, gak termasuk yang anti copy paste garis keras. Saya juga pernah kok copy paste tulisan orang lain, asalkan ditulis sumbernya. Tapi copy paste bukan untuk tulisan di blog atau website, ya. Copy paste paling untuk ngeshare status di sosial media. Kalau kamu gimana, pernah copy paste juga kah?

Sebenarnya sih persoalan jiplak-menjiplak bukan hanya dalam dunia menulis aja, di mana-mana juga adaaa. Industri musik, kuliner, kerajinan, karya ilmiah, dunia pertelevisian, dan industri-industri bisnis lainnya, yang namanya copy paste tampaknya memang sulit untuk dihindari. Meski sudah banyak cara dilakukan untuk melarang tindakan tersebut. Ya, kalau untuk benar-benar meniadakan copy paste memang sulit, tapi seenggaknya tindakan copy paste bisa seharusnya bisa diminimalisir lah, ya.

Nah, kalau karya tulismu di blog dicopy paste gimana reaksimu? Kalau saya mah, monggo ajaaa tulisan saya dicopy paste, selama orang yang mengcopy paste tersebut gak mengakui tulisan saya adalah tulisannya. Lagipula saat menulis sebaiknya kita juga tau risikonya, salah satunya jika tulisan kita kemudian dicopy paste. Kasarnya gini, kalau gak mau tulisanmu dicopy paste ya udah gak usah publish tulisan di internet, hehe..

Jadi, bagi saya yang namanya copy paste boleh-boleh aja asalkan tetap beretika. Yaitu dengan menyertakan sumbernya dan jangan mengakui tulisan tersebut sebagai karya kita. Kalau sebuah tulisan isinya mengandung banyak manfaat, maka semakin banyak tulisan itu disebarluaskan -meskipun dengan cara copy paste- tentunya akan lebih banyak pula manfaat yang tersebarkan.

"Segala sesuatu jika kita melihatnya dari sudut pandang positif pasti tetap akan ada sisi manfaat yang bisa kita ambil. Contohnya persoalan copy paste dalam dunia tulis-menulis di internet ini, tak selamanya jadi suatu hal yang buruk".


*Postingan ini telah saya publikasikan lebih dulu di website indoblognet.com

Comments

  1. Asal menyebutkan sumber saya juga enjoy aja mbak.

    ReplyDelete
  2. Setujuu banget, asalkan bisa manfaat buat orang banyak , silahkan saja! :) Tapi akan lebih bersyukur kalau pakek punteun-punteun sebelumnya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya mak..tapi agak repot kalau harus permisi dulu :p

      Delete
  3. Yaps, monggo aja copy paste asalkan masih mencantumkan sumber aslinya, tapi jangan sampai 100 % juga copy pastenya *tetap gak rela* hihi,

    sekalian belajar berani tampil dengan tulisan sendiri maka harusnya dikurangi copy pastenya kecuali memang tulisan itu sangat bermanfaat monggo dishare dengan tetap mencantumkan penulis aslinya :D

    ReplyDelete
  4. kalo copy paste urusan barang gimana mak? haha *malah ngomongin barang*

    walaupun teteup bikin mikir, tapi emang mereka yang copy paste dan cantumin sumber lebih baik sih dibanding yang asal comot aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Urusan barang gimana maksudnya, ya? Hihi..

      Delete
  5. google skarang ada sistem yang akan mengetahui kalau ada yang copy paste tapi selama ada sumbernya dan tanya dulu ke sumber boleh di pakai atau tidak sih ngak apa apa kali ya ;)

    ReplyDelete
  6. saya belum pernah menemukan keseluruhan artikel di copas tapi kalau dicopas sebagian dan diganti dengan link mereka pernah juga.

    tapi ya mau digimanain lagi. woles ajalah :)

    ReplyDelete
  7. Demi kebaikan, saya nggak jadi masalah buat saya. Tapi kalau karangan cerita anak saya ditiru orang plek plek! sweddih !! :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…